Senin, 17 Mei 2010

NASKAH DRAMA "Diari Tentang BCL ( Bayu Cinta Lisa )"


Diari Tentang BCL ( Bayu Cinta Lisa )

Dalam usia remaja tipis sekali perbedaan antara pertemanan dengan perasaan suka. Tipis juga perbedaan antara kejujuran dengan kebohongan, juga keterbukaan dan perasaan yang hanya di pendam. Untuk menghindari sebuah penyesalan kita memenag harus dapat sedikit membuka diri untuk berani berkata sejujurnya seperti terkisah pada anak remaja SMA berikut. Dalam suasanan ruang kelas yang terlihat sepi, ia terlihat sendiri merenung dan sambil menulis sesuatu.

Liza : ( Duduk, sambil menulis ).
(Tidak lama kemudian datanglah siska menghampiri dengan wajah judesnya)
Siska : Ehem ….ehem….Kelihatanya ada yang cari perhatian nih !
Liza : Siska !!?
Siska : Kenapa ?? dasar sok pendiem, sok manis kamu !
Liza : Jangan gitu sis, aku tidak tahu maksud bicara kamu.
Siska : Halah, udahlah munafik kamu itu. Berani-beraninya kamu cari perhatianya bayu !
Liza : Tega-teganga kamu bilang seperti itu ke aku. Aku juga tidak ada hubungan apa-apa sama bayu
Siska : Kenapa harus gak tega ! Sudahlah, Ngurusin kamu bikin rambut kriting aja ! Awas caper lagi !!
( Siska pun beranjak pergi )
Liza : Apa sih maksud bicaranya liza ? Padahal aku tidak pernah cari gara-gara sama dia ( Setelah termenung, liza melanjutkan menulis diarynya)
(Tidak lama kemudian Ella, sahabat baik Liza dating).
Ella : Liza, sendirian aja. Sedang apa ? Nulis apa hayo ?
Liza : Ih, kamu ella bisa saja ! ini bukan apa-apa kok
Ella : Kalau bukan apa-apa, coba kulihat ya liz !
Liza : Jangan donk Ella !
Ella : Iya ….. aku tahu itu privasi kamu. Tapi saranku, kalau ada apa-apa cerita sama aku liz, siapa tahu aku bisa bantu. Jangan disimpen sendirian aja.
Liza : Iya Ell ….. beres. Ya, sudah aku ketoilet dulu ya ( sambil cepat-cepat ke toilet, Diarynya pun lupa tidak ia bawa ).
Ella : Yach liza ke toilet, enaknya kemana ya ….?! Ke perpus aja ah
Eh …. Ini diary liza ketinggalan. Biarin dulu dech …. ( Ella pergi ).
(Setelah Ella pergi Siska dan Nana ke kelas bermaksud mencari Liza).
Nana : Mana, sis anaknya ? kata kamu di sini…?
Siska : Tadi memang di sini, kemana lagi ? mau dihajar malah pergi !
Nana : Lha tapi ??
Siska : Hih dasar caper !!
Nana : Caper gimana sis ?
Siska : Udah sok diem, sok manis. Padahal bisa aja itu narik perhatianya Bayu
Nana : Tunggu-tunggu ! tapi bukanya liza itu memang manis juga diem, ya ?
Siska : Dasar blo’on kamu, malah belain dia !
Nana : Ya, maaf bukanya gitu sis !
Siska : Halah udahlah banyak ngomong, ke kantin aja yuk !
Nana : em, iya deh
(Siska dan Nana pun ke kantin. Setelah kepergian mereka datang bayu dan irwan)
Irwan : Kamu kenapa yu ? diem aja !
Bayu : Gak….
Irwan : Wah, gak seru !
Bayu : Ah, terserah kamu deh
Irwan : Iya, sudahlah. Janganlah sewot kalau gak mau bilang …..
Bayu : Liza-liza
Irwan : Kok liza ? Jangan-jangan, kamu lagi demen sama anak pendiem itu ?
Bayu : Iya, kenapa ya? Aku sudah mulai tertarik sama dia.
Irwan : Tidak salah yu, kamu suka sama cewek seperti itu ?
Bayu : Gak tau ah ! ( pergi ).
Irwan : Tunggu woe.
(Setelah Bayu dan Irwan pergi. Ella ke kelas mencari liza).
Ella : Aduh liza mana ya ? lama banget ( mondar-mandir ). Kalem sich kalem, tapi kalau seperti ini namanya kelewat kalem !
Eh, ini diary liza, Aku penasaran apa yang terjadi sebenarnya dengan liza, selalu aja diem begitu mungkin aku akan dapat jawabanya dari sini. Maaf ya lisa. ( Ella membaca diary tersebut dari awal sampai akhir, akhirnya Ella mengetahui semua )
Liza, ternyata kamu
Liza : Ella !!! ( datang dengan wajah pucat )
Ella : Lisa, maaf. Kenapa gak cerita sama aku. Aku ini sahabat kamu liza
Liza : Kamu sudah tau semua Ell ?
Ella : Iya lis, maaf ( memeluk liza )
(Setelah selesai berpelukan).
Liza : Aku pusing, Ell….( pingsan )
Ella : Liza, tidaaaak. Bangun liz, bangun ( bingung )
Tolong-tolong !
Bayu pun datang, mendengar suara ella.
Bayu : Ya ampun liza. Gimana ini ! ya telpon Pak. Herman
(Bayu pun mengeluarkan hand phone dari sakunya. Dan bergegas menelepon Pak Herman).
Bayu : Assalamualaikum….pak !
Ini teman lisa pak ! Lisa pingsan di sekolah. Bias cepat kemari Pak !
Iya saya tunggu !
(Tak lama kemudian pak Herman datang).
P. Herman : Astaghfirullahhaladzim Liza ( mendekati liza )
Bayu : Saya keluar dulu Om.
P. Herman : ( Mengangguk ) Nak, bangun nak, ini ayah...!
Liza : Ayah…!
P. Herman : Kenapa bias begini nak…?
Liza : Maafin liza selama ini yah !
(Setelah beberapa tetes air mata dan permintaan maaf itu terucap, saat itu juga liza terakhir menghembuskan nafasnya).
P. Herman : Liza ? Nak ! Bangun nak !! Nak bangun
Inalilahiwainailaihirojiun…
Salah apa nak bapak selama ini sampai-sampai kamu tega pergi ninggalin Bapak.(Sambil menangis)
Ella : Liaza !! Om … Liza Om.
P. Herman : Iya nak, Liza telah meninggal !!
(Kemudian Pak Herman pun mengangkat Liza)
Ella : Bayu lama sekali sich !!
(Bayu pun dating).
Ella : Bayu
Bayu : Mana Liza dan Om Herman.
Ella : Liza telah meniggal Bay…. Baru saja dibawa Om Herman
Bayu : Liza…. Aku harus menyusulnya…
Ella : Tunggu Bay,,, Kamu harus tau Bay…
Bayu : Apa Ell ?
Ella : Ini kamu baca saja. Ini milik Liza !
Bayu : Liza ? ( Membaca Diary Liza )
(Setelah membaca, Bayu pun sedih dan sangat terpukul).
Bayu : Liza ….! Ternyata ! Andai kamu tahu akun punya rasa yang sama. Aku juga suka kamu liz. Tapi kenapa di saat kamu pergi seperti ini. Aku menyesal.
Ella : Jangan sedih, kuatkan hatimu.
Liza sekarang pasti senang, karena ternyata kamu juga menyayanginya.

Kepergian Liza menjadi pukulan terbesar buat orang-orang terdekatnya. Beginilah jadinya. Jika kita hanya memendam perasaan kita. Kita tidak akan pernah tahu semuanya karena kita sudah takut untuk mencoba mengungkapkannya. Dari sepenggal kisah ini, kita sebaiknya harus berani berkata yang sebenarnya tentang perasaan kita sebelum semuanya terlambat.


“ The End “

Tidak ada komentar:

Posting Komentar