Minggu, 06 November 2011

Makalah " Nilai dan Norma Sosial "



KATA PENGANTAR


            Puji syukur kami panjatkan pada kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikantugas makalah sosiologi yang berjudul “KELOMPOK SOSIAL” tepat pada waktunya.
 Kami menyadari bahwa makalah yang kami selesaikan ini masih jauh dari kesempurnaan. Seperti halnya pepatah "tak ada gading yang tak retak", oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua kalangan yang bersifat membangun guna kesempurnaan makalah kami selanjutnya.
            Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan
makalah ini dari awal sampai akhir. Serta kami berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan.
Amin

                                                                       Surabaya, 10 Oktober 2011
                                                                                     
                                                                                                PENYUSUN



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Sebagai makhluk sosial kita pasti melakukan bahkan membutuhkan interaksi sosial dengan orang lain karena dalam kehidupan ini mustahil kita bisa hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Dalam interaksi yang terjadi dikalangan masyarakat tersebut secara sengaja maupun tidak sengaja  maka akan membentuk kelompok sosial mulai dari kelompok sosial yang terkecil yaitu keluarga sampai dengan kelompok sosial yang sangat kompleks. Kelompok sosial itu terbentuk karena adanya kesamaan kepentingan, sejumlah tujuan, serta untuk memenuhi peran sosial yang kita terima sebagai anggota masyarakat. Kelompok memainkan peran yang sangat penting dalam struktur sosial. Oleh karena itu dalam makalah ini kelompok kami akan membahas serta mengidentifikasi sedikit mengenai  kelompok sosial yang terjadi di masyarakat.

B. Rumusan Masalah
            1.  Apakah pengertian dari kelompok sosial?
            2.  Apa saja kategori dan macam-macam dari kelompok sosial?
            3.  Bagaimanakah dampak yang terjadi jika individu tidak mau hidup berkelompok?
            4.  Apakah kelompok sosial yang kami  diamati?

C. Tujuan
            1.  Mengetahui pengertian dari kelompok sosial.
            2.  Mengetahui kategori dan macam-macam dari kelompok sosial.
            3.  Mengetahui dampak yang terjadi jika individu tidak mau hidup berkelompok.
            4.  Menjelaskan Contoh kelompok sosial yang kami amati.




BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kelompok Sosial
  • Kelompok Sosial menurut para pakar
  1. Menurut Sorjono Soekanto
Kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan yang hidup bersama karena adanya hubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling mempengaruhi.

2. Menurut Hendro Puspito
Kelompok sosial adalah suatu kumpulan nyata, teratur dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.
  1. Menurut Paul B. Horton & Chaster L. Hunt
Kelompok sosial adalah suatu kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan         keanggotaannya dan saling berinteraksi.
B. Ciri-ciri Kelompok Sosial
1.
Merupakan satuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kesatuan manusia yang lain.
2. Memiliki struktur sosial, yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu.
3. Memiliki norma-norma yang mengatur di antara hubungan para anggotanya.
4. Memiliki kepentingan bersama
5. Adanya interaksi dan komunikasi diantara para anggotanya.
C. Dasar Pembentukan Kelompok Sosial
1. Faktor kepentingan yang sama (Common Interest)
2. Faktor darah / keturunan yang sama (common in cestry)
3. Faktor geografis
4. Factor daerah asal yang sama
D. Klasifikasi Kelompok Sosial
1. Klasifikasi menurut cara terbentuknya
       a. Kelompok semu, yaitu: kelompok yang terbentuk secara spontan   
Ø      Ciri-ciri kelompok semu :
  1). Tidak direncanakan
  2). Tidak terorganisir
  3). Tidak ada interaksi secara terus menerus
  4). Tidak ada kesadaran berkelompok
  5). Kehadirannya tidak konstan
Ø      Kelompok semu dibagi menjadi :
- Crowd (kerumunan)
- Publik
- Massa
* Crowd, dibagi menjadi :
1). Formal audiency / pendengar formal
      Contoh: orang-orang mendengarkan khotbah, Orang-orang nonton di bioskop
2). Planned expressive group
    Adalah: Kerumunan yang tidak begitu mementingkan pusat perhatian tetapi                 mempunyai persamaan tujuan
3). Inconvenient Causal Crowds
    Adalah: Kerukunan yang sifatnya terlalu sementara tetapi ingin menggunakan fasilitas-      fasilitas yang sama, contoh : orang antri tiket kereta api
4). Panic Causal Crowds
   Contoh: Kerukunan orang-orang panic akan menyelamatkan diri dari bahaya.
5). Spectator Causal Crowds
   Contoh: Kerukunan penonton atau orang-orang ingin melihat peristiwa tertentu.
6). Ecting Low less Crowds
   Adalah: Kerukunan emosional, contoh : orang demo
7). Immoral low less crowds
   Adalah: orang-orang tak bermoral, contoh : minum-minuman
* Publik,
 adalah sebagai kelompok semu mempunyai ciri-ciri hampir sama dengan massa, perbedaannya publik kemungkinan terbentuknya tidak pada suatu tempat yang sama. Terbentuknya publik karena ada perhatian yang disatukan oleh alat-alat komunikasi, seperti : radio, tv dan pengeras suara.
* Massa
merupakan kelompok semu yang memiliki ciri-ciri hamper sama dengan kerumunan, tetapi kemungkinan terbentuknya disengaja dan direncanakan.
Contoh : mendatangi gedung DPR dengan persiapan sehingga tidak bersifat spontan.

      b. Kelompok Nyata, mempunyai beberapa ciri khusus sekalipun mempunyai berbagai macam bentuk, kelompok nyata mempunyai 1 ciri yang sama, yaitu kehadirannya selalu konstan.

1). Kelompok Statistical Group
        Kelompok statistic biasanya terbentuk karena dijadikan sasaran penelitian oleh ahli-ahli ststistik untuk kepentingan penelitian.

* Ciri-ciri kelompok statistik :
     a. Tidak direncanakan, tetapi bukan berarti sangat mendadak melainkan sudah terbentuk           
         dengan sendirinya  
     b. Tidak ada interaksi terus menerus
     c. Tidak ada kesadaran berkelompok
     d. Kehadirannya konstan
     e. Tidak terorganisir
2). Societal Group / Kelompok Kemasyarakatan
        Kelompok societa memiliki kesadaran akan kesamaan jenis, seperti jenis kelamin, warna kulit, kesatuan tempat tinggal, tetapi belum ada kontak dan komunikasi di antara anggota dan tidak terlihat dalam organisasi.

3). Kelompok sosial / social groups
        Para pengamat sosial sering menyamakan antara kelompok sosial dengan masyarakat dalam arti khusus. Kelompok sosial terbentuk karena adanya unsur-unsur yang sama seperti tempat tinggal, pekerjaan, kedudukan, atau kegemaran yang sama. Kelompok sosial memiliki anggota-anggota yang berinteraksi dan berkomunikasi secara terus menerus. Contoh : ketetanggaan, teman sepermainan, teman seperjuangan, kenalan, dan sebagainya.

4). Kelompok asosiasi / associational group
        Kelompok asosiasi adalah kelompok yang terorganisir dan memiliki struktur formal (kepengurusan).
* Ciri-ciri kelompok asosiasi :
1. direncanakan
2. terorganisir
3. ada interaksi terus menerus
4. ada kesadaran kelompok
5. kehadirannya konstan
E. Klasifikasi Kelompok Nyata
1. Klasifikasi menurut erat longgarnya ikatan antar anggota
a. Gemeinschaft / paguyuban
      Merupakan kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal
       * Ferdinand Thonies membagi menajdi 3 bagian :
    - Gemeinschaff by blood: Paguyuban karena adanya ikatan darah
       Contoh : kerabat, klien
    - Gemeinschaft of place: Paguyuban karena tempat tinggal berdekatan.
       Contoh : RT, RW, Pedukuhan, Pedesaan
    - Gameinschaft of mind: Paguyuban karena jiwa dan pikiran yang sama.
       Contoh : kelompok pengajian, kelompok mahzab (Sekte)

b. Gesselschaft / patembayan
     Merupakan ikatan lahir yang bersifat kokoh untuk waktu yang pendek, strukturnya bersifat mekanis dan sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka.
Contoh : ikatan antar pedagang, organisasi dalam sebuah pabrik.
      2. Klasifikasi Menurut Kualitas Hubungan Antar Anggota
      a. Kelompok Primer (Primary Group)
      Merupakan suatu kelompok yang hubungan antar anggotanya saling kenal mengenal dan bersifat informal.
Contoh : keluarga, kelompok sahabat, teman, teman sepermainan
b. Kelompok Sekunder (secondary Group)
       Merupakan hubungan antar anggotanya bersifat formal, impersonal dan didasarkan pada asas manfaat.
Contoh : sekolah, PGRI

3. Klasifikasi Menurut Pencapaian Tujuan
a. Kelompok Formal
      Merupakan kelompok yang memiliki peraturan-peraturan dan tugas dengan sengaja dibuat untuk mengatur hubungan antar anggotanya.
Contoh : Parpol, lembaga pendidikan

b. Kelompok Informal
      Merupakan kelompok sosial yang terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang dan memiliki kepentingan dan pengalaman yang sama.
Contoh : anggota OSIS
     4. Klasifikasi menurut pendapat K. Merthon
 a. Membership Group
        Merupakan kelompok sosial yang setiap orang secara fisik menjadi anggota         kelompok tersebut. Contoh : Anggota OSIS

b. Reference Group
      Merupakan kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok) untuk membentuk pribadi dan perilakunya sesuai dengan kelompok acuan tersebut.Contoh : Anggota ABRI

5. Klasifikasi menurut sudut pandang individu

a. In Group
      Merupakan kelompok sosial tempat individu mengidentifikasikan diri.

b. Out Group
      Merupakan kelompok sosial yang menjadi lawan dari in group

F.  Arti Penting Hidup Berkelompok
                  Kita sebagai makhluk sosial tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Salah satu bentuk kerja sama kita dengan orang lain yaitu dengan membentuk kelompok sosial. Dalam sebuah kelompok sosial dapat membantu kita untuk mempermudah menyelesaikan suatu urusan atau tugas atau tujuan dengan cara bekerja sama. Pekerjaan yang terasa sulit kita kerjakan sendiri akan menjadi lebih mudah jika dikerjakan secara berkelompok sebab dalam suatu anggota kelompok , masing-masing anggota mempunyai keahlian khusus di bidangnya masing-masing, sehinga terjadilah pembagian tugas dan spesifikasi kerja yang membuat hasil dari pekerjaan tersebut menjadi maksimal. Dari uraian tersebut dapat kita simpulkan bahwa pentingnya hidup berkelompok untuk mempermudah memenuhi kabutuhan hidup.

G. Identifikasi Kelompok Sosial yang Terdapat di Lingkungan Sekitar Tempat Tinggal Kami
1. Kelompok sosial yang teratur
      * Kelompok sosial teratur yang kami jadikan contoh yaitu karang taruna. Karang taruna merupakan salah satu kelompok sosial yang teratur dan terstruktur, sebab dalam karang taruna terdapat susunan organisasi yang jelas serta pembagian tugas yang jelas pula. Selain itu kegiatan yang dilakukan dan merupakan tujuan dari kaang taruna merupakan kegiatan yang positif. Beberapa contoh kegiatan karang taruna , yaitu : mengadakan peringatan HUT RI 17 Agustus pada setiap tahunnya. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan sikap nasionalisme rakyat Indonesia melalui beberapa kegiatan, seperti lomba-lomba yang diikuti warga kampung. Selain itu contoh kegiatan lain yaitu , mengadakan bakti sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
2. Kelompok sosial yang tidak teratur
      * Kelompok sosial yang tidak teratur yang kami jadikan contoh yaitu paguyupan tukang becak. Paguyupan tukang becak ini tidak memiliki struktur organisasi yang jelas. Mereka berkumpul biasanya hanya untuk mebicarakan hal yang tidak penting ataupun sekedar cangkrukan.Mereka berkumpul tidak pada waktu yang ditentukan dan disepakati bersama , tetapi meraka hanya berkumpul semau mereka kapan pun meraka ingin berkumpul. Kegiatan yang dilakukan dalam paguyupan tukang becak ini kurang efisien karena hanya didasarkan pada kepentingan mereka sendiri.

H. Objek Kelompok Sosial yang Kami Teliti
                  Kelompok sosial yang kami temui dan kami teliti yaitu kelompok ibu-ibu PKK di Desa Mberu Kecamatan Sarirejo Kabupaten Lamongan. Kelompok sosial tersebut termasuk dalam kelompok sosial yang teratur (informal, sekunder). Kelompok tersebut termasuk kelompok informal karena kelompok tersebut tidak hanya mempunyai satu kegiatan misalnya arisan, namun mempunyai kegiatan lain diantaranya Sharing, Pengajian ibu-ibu, masak-masak bersama. Dari beberapa kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi dan rasa solidaritas diantara ibu-ibu PKK di desa itu. Kelompok sosial ini juga disebut kelompok sosial sekunder karena kelompok sosial ini termasuk kelompok yang terbuka dan tidak hanya terdiri dari satu keluarga tertentu. Anggotanya pun juga bermacam-macam mulai dari golongan atas sampai golongan menengah kebawah, dan mereka saling membaur tanpa memandang status sosial maupun ekonomi dalam kelompok ini.
                  Ciri khusus dari kelompok sosial ibu-ibu PKK ini adalah menggunakan seragam bermotif batik warna coklat, berkumpul setiap 2 minggu sekali di rumah anggotanya secara bergiliran, mereka terdiri dari ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja dengan usia rata-rata di atas 25 tahun, ciri lainnya yaitu setiap acara arisan di rumah salah satu anggota selalu dihidangkan aneka makanan, dan uang yang digunakan untuk memasak makanan tersebut berasal dari uang hasil arisan.
                  Dalam anggota kelompok ibu-ibu PKK , sebagian besar dari mereka juga ikut kelompok sosial lainnya. Salah satu contohnya yaitu kelompok sosial qasidah. Karakteristik dari ibu-ibu yang selain mengikuti kegiatan ibu-ibu PKK juga mengikuti kegiatan qasidah yaitu mereka tetap loyal terhadap kedua kegiatan tersebut tanpa membedakan antara kegiatan satu dengan kegiatan lainnya. Pada dasarnya kelompok qasidah merupakan anggota dari ibu-ibu PKK yang pandai bermain alat musik dan pandai bernyanyi serta memiliki rasa percaya yang tinggi. Sehingga , sikap atau karakteristik dari ibu-ibu kelompok qasidah sekaligus kelompok ibu-ibu PKK tetap memiliki rasa solidaritas dan loyalitas yang tinggi pada organisasi tersebut . Dan mereka tetap merasa satu sebagai warga desa “Mberu”.

I. Dampak dari Individu yang Tidak Mau Hidup Berkelompok
Jika individu tersebut tidak mau hidup berkelompok , maka bagaikan katak dalam tempurung yang artinya individu tersebut tidak dapat berkembang. Ia tidak akan memiliki relasi yang luas dan banyak sehingga akan mempersulit gerak. Serta mendapatkan pengucilan dari kelompok sosial yang berada di sekitar individu tersebut dan akan merasa terasingkan oleh lingkunganya. Selain itu individu tersebut tidak akan bisa memenuhi atau menyelesaikan tugas/tujuanya dengan maksimal karena kembali lagi ke fitrah manusia sebagai mahluk sosial yang tidak bisa memenuhi segala kehidupannya sendiri. Dan manusia juga mempunyai keterbatasan dalam kemempuan yang ia miliki sehingga manusia perlu bantuan orang lain untuk menyelasaikan tugas yang bukan keahliannya.



BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
            Menurut bahasa kelompok sosial berasal dari bahasa Inggris, yaitu " Sosial " yang berarti sosial/kemasyarakatan dan " group " yang berarti kelompok/golongan. Sedangkan menurut istilah kelompok sosial yaitu sejumlah orang yang memiliki norma-norma, nilai-nilai, serta harapan yang sama, yang secara sengaja dan teratur saling berinteraksi dan mempunyai kesadaran diri sebagai anggota kelompok yang diakui oleh pihak luar.
            Jadi, Kelompok sosial itu bisa terbentuk apabila mereka memiliki kesamaan kepentingan, tujuan, serta untuk memenuhi peran sosial, karena kelompok sosialyang ada dalam masyarakat memainkan peran yang sangat penting dalam struktur sosial.

B. Saran
            Dalam penyelesaian makalah ini kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik serta saran dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA
·        Saptono, Bambang S. 2006 SOSIOLOGI JILID 2 SMA KELAS XI, Jakarta: PT. Phibeta aneka Gama
·        Subakti, A. Ramlan dkk. 2011 Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta: Prenada Media Group




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar